Yudisium III Prodi D-3 Kebidanan Muara Enim Tahun 2022

Muara Enim, 15 September 2022, Prodi D-3 Kebidanan Muara Enim  telah  melaksanakan yudisium, acara dihadiri oleh Ketua Prodi D-3 Kebidanan Muara Enim  ( Ibu Dahliana, S.Pd., M.Kes ), beserta jajarannya, dosen, tendik, peserta yudisium dan mahasiswa, Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang ( Bapak M.Taswin, S.Si., Apt, MM., M.Kes ), Wakil Direktur I ( Ibu Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, M.Kes ), Wadir II ( Bapak Saprianto, SKM, M.Kes ), Wadir III ( Bapak Lukman, S.Kep., Ners, MM, M.Kep ), Kasubag Adak serta Kajur Kebidanan ( Ibu Nesi Novita, S.Si.T., M.Kes ).

Kegiatan diawali dengan laporan akademik oleh Ketua Prodi D-3 Kebidanan Muaraenim. Disampaikan bahwa mahasiswa tingkat akhir berjumlah 71 orang, telah menempuh pendidikan selama 6 semester dan telah menyelesaikan ujian Osce dan KTI juga telah mengikuti Ukomnas pada tanggal 14 dan 15 Agustus 2022. Alhamdulillah hasil Ukomnas dengan pencapaian kelulusan 62 mahasiswa ditambah 1 mahasiswa re-taker, total kelulusan 63 mahasiswa (87%), sehingga 9 mahasiswa harus mengikuti Ukomnas ulang dimasa yang akan datang. Namun untuk yang belum berhasil tetap akan dikawal dengan memberikan pengayaan berupa materi-materi dan pembahasan soal-soal ukom, dan juga mereka telah kami daftarkan kembali untuk mengikuti Try Out tanggal 18 September 2022 ini, semoga Ukomnas dibulan Oktober nantinya dapat lulus semua. Aamiin YRA.

Ketua Prodi juga menyampaikan laporannya prihal IPK tertinggi : 3,84 dan IPK terendah : 3,35 dengan IPK rata-rata : 3,55 , dan juga telah ditetapkan masing-masing 3 terbaik dari kelas A dan kelas B sebagai berikut :

Kelas A

Kelas B

No

N a m a

IPK

Sebutan

No

N a m a

IPK

Sebutan

1

Depriza Putri

3,84

Dengan pujian

1

Selly Agustriani

3,79

Dengan pujian

2

Diajeng Takarina

3,77

Dengan pujian

2

Tarisa Anggraini

3,78

Dengan pujian

3

Selvia Febriani

3,73

Dengan pujian

3

Wahdini Fathona

3,77

Dengan pujian

Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur dan jajarannya yang telah memberikan dukungan dan bimbingannya baik moriel maupun materiel, Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen, tendik dan tenaga kontrak  yang telah bekerja keras dan selalu kompak untuk keberhasilan ini. Ketua prodi juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada peserta diyudisium, serta permohonan maaf jika selama 3 tahun pada proses pembelajaran ada kesalahan baik sengaja ataupun tidak disengaja, kami semua mendoakan semoga semua mahasiswa yang diyudisium hari ini segera mendapatkan pekerjaan untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dengan tetap menjaga nama baik almamater tercinta.

Ketua Prodi juga menyampaikan bahwasanya peserta yudisium telah memberikan hibah kepada Prodi D-3 Kebidanan Muara Enim Poltekkes Kemenkes Palembang berupa :

  1. 62 Eksamplar buku referensi yang terdiri dari 13 judul yang menunjang keunggulan Prodi
  2. 2 Unit kipas angin  standing merk Miyako

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan oleh  Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang ( Bapak M.Taswin, SSi., Apt, MM., M.Kes ). Dalam sambutannya Direktur menyampaikan bahwa saat ini kita sudah melalui masa-masa yang sangat berat dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Saat ini kasusnya sudah melandai hingga kita sudah punya keberanian untuk berkumpul dan melaksanakan kegiatan secara luring. Namun selama pandemi ini, banyak sekali regulasi yang ditetapkan pemerintah, bukan hanya berkaitan dengan Covid-19 tetapi juga tentang perubahan-perubahan mendasar di bidang kesehatan maupun pendidikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikit tahun lalu mencanangkan 6 transformasi di bidang Kesehatan yang harus dicapai hingga tahun 2024. Yaitu 1) transformasi layanan primer, ini yang paling penting adalah  promotif dan preventif bukan cuma kuratif dan rehabilitatif,

2) transformasi layanan rujukan rumah sakit, 3) transformasi sistem ketahanan kesehatan, ini terkait kesiapan kita terhadap pandemi dari sisi obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan, termasuk surveilan terhadap penyakit menular baik lokal, nasional, maupun regional.

4) Transformasi sistem Pembiayaan Kesehatan. Hal ini sebagian besar ada di BPJS, namun ada juga asuransi swasta dan harus dipastikan bahwa ini sustainable. 5) Transformasi SDM Kesehatan dan 6) transformasi Teknologi Kesehatan, ini terkait teknologi informasi dan bioteknologi.

Sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi di bidang kesehatan, Poltekkes Palembang tentunya menjadi salah satu pelaku pada transformasi yang ke-5, transformasi SDM Kesehatan. Terdapat 12 ribu Puskesmas di Indonesia yang harus dipenuhi kebutuhannya terhadap 9 jenis tenaga kesehatan dan juga pemerataan distribusinya. Karena itu dibutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten sesuai fungsi dan bidangnya.

Pada saat yang bersamaan, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada semua jenjang pendidikan. Untuk pendidikan tinggi vokasi, program ini bertujuan mengakselerasi kualitas pendidikan dengan cara menyelaraskan pendidikan vokasi dengan dunia industri.

Untuk itu terdapat lima program unggulan Kemendikbudristek yang diterapkan pada  pendidikan tinggi vokasi. Yaitu 1) program sertifikasi kompetensi dan profesi mahasiswa vokasi, 2) program fasilitasi magang mahasiswa vokasi, 3) program wirausaha mahasiswa vokasi, 4) program kreativitas mahasiswa vokasi, dan 5) program pemberdayaan masyarakat desa.

Tentunya transformasi SDM Kesehatan dan program unggulan Kemendikbud ini harus dipandang sebagai 2 program tapi 1 tujuan yaitu menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai kebutuhan dunia kerja baik dalam kualitas maupun kuantitas. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan berbagai cara. Seperti pengembangan kurikulum pendidikan berbasis literasi sains dan literasi teknologi, menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara terbatas, membuka kelas afirmasi untuk pemenuhan kebutuhan daerah terpencil dan menambah kuota prodi yang dibutuhkan serta menutup prodi yang sudah jenuh.

Hari ini kita berada di prodi D-3 Kebidanan Muara Enim, salah satu Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) Poltekkes Kemenkes Palembang sejak 4 tahun yang lalu. Secara prinsip Poltekkes Kemenkes Palembang tetap memberlakukan ketentuan yang sama untuk semua prodinya untuk menjamin mutu pendidikan dan kualitas lulusannya. Meskipun secara nasional ada beberapa prodi yang sudah jenuh di antaranya keperawatan dan kebidanan, namun hal ini belum terlihat di Poltekkes Kemenkes Palembang. Semua prodi masih banyak peminat termasuk prodi D-3 Kebidanan Muara Enim.

Untuk hasil Ukomnas first taker pada prodi ini, dalam 2 tahun exit exam ini memang terjadi penurunan dari 94,8% menjadi 87,3% tetapi masih berada di atas 80% yang menjadi persyaratan borang akreditasi. Namun tetap menjadi bahan untuk introspeksi diri dan perbaikan pada tahun selanjutnya.

Meskipun belum optimal kita patut mengapresiasi atas pencapaian-pencapaian yang dilakukan oleh prodi D-3 Muara Enim. Karena tidak mudah untuk beradaptasi dari kepemilikan pemerintah kabupaten menjadi milik Kementerian Kesehatan di bawah Poltekkes Kemenkes Palembang. Dengan jumlah tenaga pengajar yang sangat minimal dan kondisi sarana prasarana yang butuh rehap dimana-mana tetapi masih melaksanakan tri dharma perguruan sesuai standar mutu yang diberlakukan.

Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi, kita akan melakukan rehap beberapa ruangan dan gedung serta juga penataan dokumen karena Prodi D-3 Kebidanan Muara Enim akan segera melaksanakan re-akreditasi.

Baru saja kita mendengarkan laporan rapat yudisium oleh Ketua Prodi D-3 Kebidanan Muara Enim. Semua calon lulusan yang hadir di hadapan kita ini sudah memenuhi persyaratan akademik dan non akademik.

Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, pada hari ini, Rabu, 15 September 2022, 62 orang peserta didik angkatan 2019/2020 dan 1 orang peserta didik angkatan 2018/2019, saya nyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan.

Selanjutnya saya serahkan semua lulusan ini kepada Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Muara Enim untuk dapat dilakukan angkat sumpah sebagai persyaratan untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi sesuai UU No. 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

Selamat kepada semua lulusan, jagalah nama baik almamater, selalu menjujung tinggi kejujuran dan etika profesi, dan harus mampu menjajadi garda terdepan dalam menanggulangi masalah-masalah kesehatan seperti menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan angka stunting pada balita.

Sampaikan ucapan terimakasih kami kepada orang tua kalian, karena sudah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di Poltekkes Palembang.

Teristimewa Ketua Jurusan, Ketua Prodi dan seluruh dosen dan tenaga kependidikan, saya menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya, karena sudah berjuang keras untuk melaksanakan tri dharma perguruan tinggi dan mendidik mahasiswa hingga akhir masa studinya.

Alangkah senangnya pasangan muda

Sewaktu test pack bergaris ganda

Jika sumpah profesi sudah terlaksana

Mengabdilah untuk kesehatan Indonesia 

Demikianlah sambutan ini. Terimakasih atas perhatiannya dan mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

 

(Reported by Listrianah, M.Kes)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.