Sosialisasi Germas Program Prioritas Transformasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Palembang Bersama Anggota Komisi IX DPR RI Ibu Irma Suryani, SE., MM.

Desa Raja Induk (PALI), 23-25 Agustus 2023. Kementerian Kesehatan bersama anggota Komisi IX DPR-RI sejak tahun 2016 telah menyelenggarakan Sosialisasi Germas dan masih terus dilaksanakan pada tahun 2023 ini di berbagai lokasi yang tersebar di kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk memfokuskan pada Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), mengantisipasi terjadinya stunting dan masalah kesehatan lainnya seperti COVID-19, TBC Maupun Penyakit Tidak Menular (PTM). Poltekkes Kemenkes Palembang sebagai UPT di bawah Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes RI turut mengambil peran dalam mensukseskan GERMAS. Poltekkes Kemenkes Palembang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten PALI mendapatkan data bahwa Kasus Stunting, PTM, TBC masih tinggi dan Kesehatan Ibu anak (KIA) juga masih rendah sehingga dipandang perlu untuk bekerja sama melaksanakan kegiatan dan Screening PTM (TB/BB, TD, Lingkar Perut, Glukosa Darah sebagai Pendeteksi Angka Kejadian DM) serta penandatanganan Komitmen Germas dengan pejabat terkait di Balai Desa Raja IndukKecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI

Kegiatan ini dihadiri oleh;

  1. Ibu Irma Suryani, SE., MM., selaku Narasumber dari Anggota DPR-RI Komisi IX Dapil Sumatera Selatan II;
  2. Bapak Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Palembang, Ibu Diah Navianti, S.Pd., M.Kes.;
  3. Bapak Ka. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang dalam hal ini diwakili oleh Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Bapak Bahnan, SKM., M.KM.;
  4. Bapak Ka. Dinas Kesehatan Kabupaten PALI yang dalam hal ini diwakili oleh Ka. Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten PALI Ibu Ernawati, SKM., M.Kes.;
  5. Bapak Edi Irawan, SE., M.Si., selaku Camat Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI,
  6. Bapak Erwin Edyansyah, SKM., M.Sc., Selaku Ka. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palembang;
  7. Bapak Aswen, selaku Ka. Desa Raja Induk Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI;
  8. Para Tokoh Masyarakat Desa Raja Induk Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI;
  9. Seluruh Tim Screening Kesehatan yang berasal dari Puskesmas Maupun Dinas Kesehatan Kabupaten PALI;
  10. Seluruh Tim Germas Poltekkes Kemenkes Palembang;
  11. Semua penerima manfaat dan peserta Sosialisasi yang meliputi;
  12. Lurah/Kepala Desa/Aparatur Desa
  13. Tokoh Masyarakat/Tokoh Agama
  14. Panitia lokal Kabupaten PALI (Dinas Kesehatan Kabupaten/Puskesmas)
  15. Masyarakat Kabupaten PALI.

Pada persiapannya; kegiatan ini terlaksana berdasarkan hasil koordinasi Panitia Germas Poltekkes Kemenkes Palembang dengan Pihak Perangkat Desa Raja Induk, TA DPR-RI dan Penanggung Jawab Lapangan DPR-RI Kabupaten PALI, Dinas Kesehatan Kabupaten PALI dan Pemerintah Kabupaten PALI sehingga dalam waktu yang singkat kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Pelaksanaan dimulai tgl 24 Agustus 2023, kegiatanSosialisasi Germas dengan sasaran 600 Orang peserta dan Screening PTM (TB/BB, TD, Lingkar Perut, Glukosa Darah sebagai Pendeteksi Angka Kejadian DM) dengan sasaran 106 Orang.

Kegiatan dimulai dengan arahan dari Ketua Panitia GERMAS yaitu Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Palembang. Dalam arahannya beliau sangat mengharapkan kegiatan ini dapat betul-betul mengenai sasaran sehingga tujuan dapat tercapai. Disampaikan juga ucapan terima kasih kepada semua pejabat yang terkait dalam kegiatan ini, para tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa serta para peserta kegiatan. Tidak lupa juga ucapan terima kasih kepada tim panitia Germas yang sudah bekerja keras untuk mensukseskan kegiatan ini. Dalam sambutannya juga beliau menjelaskan tentang Transformasi Kesehatan Indonesia 2022-2024 dengan 6 pilar transformasi yaitu transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan. Untuk menyukseskannya maka diperlukan peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya ditunjang peran serta mitra non pemerintah termasuk dunia usaha, organisasi kemasyarakatan serta seluruh lapisan masyarakat baik di Pusat dan Daerah termasuk Kementerian/Lembaga, Pemerintah dan OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota, Camat, Lurah dan Kepala Desa, Organisasi dan Tokoh Masyarakat, Agama, dan Pemuda, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Akademisi, Media Massa dan masyarakat umum. Pada akhir laporannya beliau menyampaikan permohonan maaf kepada semua yang sudah terlibat jika ada hal-hal yang kurang berkenan dan sekaligus membuka acara secara resmi, memulai Penandatanganan Komitmen Germas, Penyerahan Piagam Penghargaan dan Foto Bersama.

Sosialisasi Germas; Materi pertama disampaikan oleh Bapak Ka. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang dalam hal ini diwakili oleh Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Bapak Bahnan, SKM., M.KM.; Beliau menyampaikan gambaran peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu anak, kejadian Stunting, TBC maupun PTM di Provinsi Sumatera Selatan. Kemudian beliau juga menjelaskan tentang Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) merupakan instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Oleh sebab itu beliau mengajak masyarakat juga menerapkan GERMAS dalam kehidupan sehari-hari.

Acara dilanjutkan dengan arahan maupun Sosialisasi dari Ibu Irma Suryani, SE., MM., selaku Narasumber dari Anggota DPR-RI Komisi IX Dapil Sumatera Selatan II, Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terkait terutama pada Poltekkes Kemenkes Palembang yang telah mensukseskan kegiatan Ini. Beliau juga menjelaskan tentang Pembudayaan Germas menjadi salah satu strategi pembangunan kesehatan Indonesia yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, melalui;

  1. Pengembangan kawasan sehat;
  2. Penyediaan lingkungan yang mendorong aktivitas fisik;
  3. Regulasi untuk menerapkan pembangunan berwawasan kesehatan dan mendorong hidup sehat;
  4. Promosi perubahan perilaku hidup sehat yang inovatif dan pembudayaan olahraga, pemberdayaan masyarakat maupun penggerakan masyarakat madani untuk hidup sehat;
  5. Peningkatan penyediaan pilihan pangan sehat.

Beliau juga memberikan edukasi tentang makanan sehat, mengkonsumsi gizi seimbang, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), meningkatkan daya tahan tubuh dengan melakukan berbagai aktivitas fisik dan istirahat cukup, serta melakukan deteksi dini penyakit (Screening) terutama pada kelompok rentan. Kemudian Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas juga sangat penting yang bertujuan untuk mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit. Gerakan ini diharapkan mampu memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang tidak sehat. Sebagai kesimpulan maka Germas merupakan gerakan nasional yang tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran kementerian dan lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan dan ditunjang peran serta masyarakat dalam mempraktikkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya dalam berperilaku sehat, Program GERMAS ini juga kian relevan dan lebih maksimal bila ada keterlibatan masyarakat secara aktif.

(Reported by Marta Pastari, S.Kep, Ners, M.Kes.)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *