Palembang, Senin 20 April 2026. Dalam upaya memperkuat peran institusi pendidikan tenaga kesehatan sebagai pilar utama pembangunan kesehatan daerah, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang melaksanakan audiensi strategis dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi berkelanjutan guna menjawab tantangan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas di wilayah Sumatera Selatan.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan hadir langsung Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC., AIFO-K, didampingi oleh para pejabat strategis, yakni dr. H. Icon Harizon, M.K.M selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dr. dr. Widya Anggraini, MARS selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Ira Primadesa Ogatiyah, S.Si., M.Kes selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, serta Yusnita Saryafitri, SKM, MM dari bidang Promosi Kesehatan.
Sementara itu, dari pihak Poltekkes Kemenkes Palembang, audiensi dipimpin langsung oleh Direktur, Bapak M. Taswin, S.Si., Apt., MM., M.Kes., bersama jajaran pimpinan, yakni Ibu Diah Navianti, S.Pd., M.Kes. (Wakil Direktur I), Ibu Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, M.Kes. (Wakil Direktur II), dan Bapak Lukman, S.Kep., Ners., MM., M.Kep. (Wakil Direktur III). Turut hadir pula para pimpinan jurusan dan program studi, di antaranya Dr. Pitri Noviadi, S.Pd., M.Kes (Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan), Kamsul, SST, M.Kes. (Ketua Prodi Sanitasi), serta Dr. Esti Sri Ananingsih, SKM, M.Kes (Ketua Prodi Pengawasan Epidemiologi).
Audiensi ini bertujuan untuk menyampaikan informasi komprehensif terkait lulusan Poltekkes Kemenkes Palembang, mulai dari kompetensi, profil tenaga kesehatan yang dihasilkan, hingga kesiapan lulusan dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan di lapangan. Dalam paparannya, Direktur Poltekkes menegaskan bahwa lulusan Poltekkes tidak hanya dibekali dengan kemampuan teknis, tetapi juga kompetensi profesional, etika pelayanan, serta kesiapan menghadapi dinamika permasalahan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Lebih dari sekadar penyampaian informasi, audiensi ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menggali kebutuhan riil tenaga kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini penting agar kurikulum pendidikan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan daerah, sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan dan siap berkontribusi secara optimal.
Salah satu poin penting dalam audiensi ini adalah potensi penguatan kerja sama antara Poltekkes Kemenkes Palembang dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari penempatan lulusan, praktik kerja lapangan, penelitian terapan, hingga program pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Poltekkes dalam membangun komunikasi aktif dengan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pelayanan kesehatan sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Audiensi ini bukan hanya seremonial, melainkan langkah konkret dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat dan responsif. Dengan adanya keselarasan antara kebutuhan daerah dan output pendidikan, diharapkan distribusi tenaga kesehatan dapat lebih merata dan tepat sasaran.
Semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi cerminan komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan.
Kegiatan audiensi ini menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi, komunikasi, dan komitmen dari berbagai pihak untuk mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh.
Poltekkes Kemenkes Palembang melalui langkah strategis ini menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Harapannya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di masa depan.
(Reported by Listrianah. M.Kes)





