Palembang, 1 Juni 2026 – Semangat kebangsaan, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa kembali menggema di lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang (Poltekkes Kemenkes Palembang) melalui pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung dengan khidmat di Kampus Sukabangun Poltekkes Kemenkes Palembang.
Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks, Pancasila tetap menjadi kompas moral yang membimbing seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun Indonesia yang maju dan berkeadilan.
Upacara yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, Bapak Muhamad Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kehadiran beliau di tengah seluruh sivitas akademika tidak hanya menunjukkan komitmen institusi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga menjadi simbol kepemimpinan yang dekat, inspiratif, dan mampu memberikan teladan bagi seluruh civitas akademika.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Poltekkes Kemenkes Palembang, yaitu Wakil Direktur I Ibu Diah Navianti, S.Pd., M.Kes., Wakil Direktur II Ibu Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, Apt., M.Kes., Wakil Direktur III Bapak Lukman, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep., Kepala Subbagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (Kasubag ADAK) Bapak Oktavianus BTH, S.K.M., M.M., Kasubag Administrasi Umum (ADUM) Ibu Veratiwi, M.Keb., para Kepala Pusat, Kepala Unit, Ketua Jurusan, para Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai jurusan.
Kehadiran seluruh unsur pimpinan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menjadi bukti nyata bahwa semangat Pancasila hidup dan tumbuh di lingkungan kampus sebagai rumah besar pendidikan kesehatan yang berkomitmen mencetak generasi profesional, berkarakter, dan berintegritas.
Rangkaian kegiatan upacara diawali dengan persiapan peserta oleh para pemimpin barisan yang memastikan seluruh peserta siap mengikuti kegiatan dengan tertib. Selanjutnya, Komandan Upacara memasuki lapangan upacara dan memimpin jalannya prosesi yang berlangsung sesuai susunan acara.
Acara dilanjutkan dengan perkenalan petugas pelaksana upacara dan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara. Saat Inspektur Upacara memasuki lapangan, suasana semakin khidmat dengan dikumandangkannya Mars Hidup Sehat, yang menjadi salah satu identitas dan semangat insan kesehatan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.
Momen yang paling sakral terlihat saat pengibaran Bendera Merah Putih, diiringi penghormatan seluruh peserta upacara sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pendiri bangsa. Seluruh peserta berdiri tegak dengan penuh hormat, menegaskan komitmen mereka untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suasana haru juga terasa ketika seluruh peserta mengikuti mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan tegaknya nilai-nilai kebangsaan yang hingga kini terus diwariskan kepada generasi penerus.
Meneguhkan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Akademik
Salah satu bagian penting dalam upacara adalah pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara yang diikuti seluruh peserta secara bersama-sama. Dengan lantang dan penuh semangat, lima sila Pancasila dikumandangkan sebagai bentuk penghayatan terhadap nilai-nilai yang menjadi dasar negara Indonesia.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang mengingatkan kembali cita-cita luhur bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Dalam amanatnya, Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang menyampaikan pentingnya menjadikan Pancasila bukan hanya sebagai hafalan atau simbol semata, tetapi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai gotong royong, kemanusiaan, keadilan sosial, persatuan, serta penghormatan terhadap keberagaman harus tercermin dalam perilaku setiap insan akademik, khususnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di bidang pendidikan kesehatan.
Beliau juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Sebagai institusi pendidikan kesehatan, Poltekkes Kemenkes Palembang memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menghormati keberagaman, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi kepada masyarakat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan esensi Pancasila yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan dan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama.
Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh kekuatan karakter, moralitas, dan semangat persatuan seluruh anak bangsa.
Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, penghormatan terakhir, serta pembubaran peserta upacara yang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Poltekkes Kemenkes Palembang menjadi momentum yang tidak hanya memperkuat rasa cinta tanah air, tetapi juga meneguhkan komitmen seluruh sivitas akademika untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah pengabdian, pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, Pancasila tetap menjadi cahaya yang menerangi perjalanan bangsa. Dari Kampus Sukabangun, semangat itu kembali diteguhkan: bahwa membangun Indonesia yang sehat, maju, dan berdaya saing global harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila yang kokoh, hidup, dan terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga jiwa yang menyatukan keberagaman, menguatkan persaudaraan, dan menginspirasi pengabdian demi Indonesia yang lebih baik.”















