Bencana alam selalu meninggalkan jejak duka, luka, dan tantangan besar bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran tenaga kesehatan menjadi harapan utama bagi pemulihan fisik maupun psikososial masyarakat. Atas dasar kepedulian kemanusiaan dan tanggung jawab profesional, Nadi Aprilyadi, S.Sos., S.Kep., M.Kes, seorang Perawat dari Poltekkes Kemenkes Palembang, turut mengambil bagian dalam Relawan Tenaga Kesehatan Daerah Pasca Bencana Batch I pada Penugasan Wilayah Sumatera Periode I Tahun 2025.
Dasar Kepedulian dan Penugasan Kemanusiaan
Penugasan ini berangkat dari tiga landasan utama, yaitu kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra, kebutuhan nyata akan dukungan pelayanan kesehatan pasca bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, serta amanah penugasan sebagai Relawan Tenaga Kesehatan Daerah.
Melalui surat penugasan resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tenaga medis dan tenaga kesehatan diberangkatkan pada tanggal 19–20 Desember 2025 untuk menjalankan tugas kemanusiaan di daerah terdampak bencana, dengan koordinasi bersama Health Emergency Operational Center (HEOC) dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Lokasi dan Waktu Penugasan
- Lokasi Tugas: Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh
- Waktu Pelaksanaan: 19 s.d. 31 Desember 2025
Selama kurang lebih dua pekan, relawan kesehatan menjalankan tugas di wilayah yang masih menghadapi dampak signifikan pasca bencana, baik dari sisi kesehatan masyarakat, sanitasi lingkungan, maupun kondisi psikososial warga.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- 1. Memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat terdampak bencana.
- Melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat pasca bencana.
- 3. Mendukung pemulihan kesehatan fisik dan psikososial, khususnya bagi kelompok renta
- 4. Menjalin koordinasi dengan tenaga kesehatan setempat guna memastikan keberlanjutan layanan kesehata
Uraian Kegiatan di Lapangan
Dalam pelaksanaan tugasnya, Nadi Aprilyadi bersama tim relawan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan strategis, antara lain:
- 1. Pelayanan Kesehatan Dasar; Memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, serta rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan.
- Edukasi PHBS Pasca Bencana; Mengedukasi masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penyakit menular yang rawan muncul pasca bencana.
- 3. Pendampingan Kelompok Rentan; Memberikan perhatian khusus kepada balita, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.
- 4. Pemantauan Kesehatan Lingkungan; Mengamati kondisi sanitasi, air bersih, dan
lingkungan pemukiman sementara guna mencegah potensi wabah penyakit.
- 5. Koordinasi Lintas Sektor; Bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat, aparat desa, serta unsur terkait lainnya untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di lapanga
Hasil yang Dicapai
Berbagai upaya tersebut membuahkan hasil positif, di antaranya:
- Masyarakat terdampak bencana memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.
- Edukasi kesehatan terlaksana dengan baik dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pasca bencana.
- Kasus-kasus kesehatan yang memerlukan tindak lanjut berhasil teridentifikasi dan dirujuk sesuai prosedur.
Kendala dan Upaya Mengatasinya
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim relawan menghadapi sejumlah kendala, seperti:
- Keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan.
- Akses wilayah yang sulit, terutama di daerah terdampak paling parah. Namun, kendala tersebut diatasi melalui:
- Optimalisasi sarana yang tersedia dengan pendekatan efektif dan efisien.
- Koordinasi intensif dengan pihak setempat, termasuk fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah.
Pengabdian yang Menginspirasi
Keterlibatan Nadi Aprilyadi, S.Sos., S.Kep., M.Kes dalam misi kemanusiaan ini mencerminkan nilai pengabdian, profesionalisme, dan empati yang menjadi ruh dari tenaga kesehatan. Di tengah keterbatasan dan tantangan lapangan, semangat untuk melayani masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Kegiatan ini bukan sekadar penugasan, tetapi wujud nyata kontribusi tenaga kesehatan dalam membantu pemulihan masyarakat pasca bencana. Diharapkan, pengalaman dan dedikasi ini dapat menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan lainnya untuk terus berperan aktif dalam aksi kemanusiaan demi Indonesia yang lebih tangguh dan berdaya.




















