Jurusan TLM, Poltekkes Kemenkes Palembang – Kamis, 30 Juli 2026 – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu, Poltekkes Kemenkes Palembang melalui tim Unit Manajemen yang dketuai oleh Ibu Dr. Ocktariyana, SST, M. Kes, CRP bersama tim (Ibu Leni Marlina, A. Md. Keb, SKM, CRA) dan Ibu Hayani, SKM, MKM, CRP sebagai tim SPI (Satuan Pengawas Internal), secara rutin melaksanakan kegiatan monitoring proses manajemen risiko di Jurusan Kebidanan yang dihadiri oleh Ibu Ka.Jurusan (Nurhayati, S.Pd, SKM, M.Kes), Bapak Ka. Prodi Studi Diploma Tiga Teknologi Laboratorium Medis (Karneli, S.Pd, M.Kes), Bapak Ka. Prodi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (Abdul Mutholib, ST, M.T) dan penanggung jawab-penanggung jawab kegiatan, Dosen serta Tendik. Program Studi Diploma Tiga Teknologi Laboratorium Medis (D3 TLM) dan Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis (S.Tr TLM) Poltekkes Kemenkes Palembang melaksanakan kegiatan mitigasi risiko sebagai bagian dari proses manajemen risiko sesuai dengan konteks yang telah ditetapkan (IKU Direktur + 8 Kriteria + Gratifikasi). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh proses pendidikan berjalan secara efektif, terkendali, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. .
Kegiatan mitigasi risiko merupakan salah satu langkah strategis dalam mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan program studi, baik dalam aspek akademik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, proses pembelajaran, pelayanan laboratorium, maupun pelaksanaan kegiatan administrasi dan tata kelola.
Melalui kegiatan ini, tim program studi melakukan identifikasi terhadap risiko yang berpotensi menghambat pencapaian target, melakukan analisis dan penilaian terhadap tingkat risiko, serta menyusun langkah-langkah mitigasi yang tepat, terukur, dan dapat dilaksanakan. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya risiko maupun meminimalkan dampak apabila risiko terjadi.
Pelaksanaan mitigasi risiko juga menjadi bagian penting dalam mendukung budaya mutu di lingkungan Program Studi D3 TLM dan S. Tr TLM. Setiap potensi permasalahan tidak hanya ditindaklanjuti setelah terjadi, tetapi diupayakan untuk dapat diantisipasi sejak dini melalui perencanaan, pengendalian, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta pihak terkait di lingkungan program studi. Hasil identifikasi risiko selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan prioritas penanganan dan menyusun rencana tindak lanjut sesuai dengan tingkat risiko dan kondisi masing-masing program studi.
Kegiatan mitigasi risiko diharapkan dapat memperkuat efektivitas pengelolaan Program Studi D3 TLM dan S. Tr TLM, meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi hambatan, serta memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Melalui penerapan manajemen risiko yang sistematis dan berkelanjutan, Poltekkes Kemenkes Palembang berkomitmen untuk terus menjaga mutu, meningkatkan kinerja, dan mewujudkan tata kelola pendidikan yang efektif, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
(Reported by Leni Marlina. S.KM)





