Yudisium Jurusan Gizi Poltekkes Palembang Tahun 2026, Mengukuhkan Kompetensi dan Meneguhkan Semangat Pengabdian

Palembang, 21 September 2026. Sebanyak 197 peserta yudisium Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang resmi menuntaskan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mereka. Yudisium bukan sekadar seremoni penetapan kelulusan, tetapi menjadi momentum bersejarah yang menandai berakhirnya proses pendidikan sekaligus dimulainya perjalanan baru untuk mengabdikan ilmu dan kompetensi di tengah masyarakat. Kegiatan yudisium tersebut diikuti oleh 197 peserta, yang terdiri atas 87 peserta Program Diploma Tiga, 47 peserta Program Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Kelas Reguler, serta 63 peserta Program Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Kegiatan dihadiri langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, H. M. Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., beserta jajaran pimpinan, yaitu Wakil Direktur I Diah Navianti, S.Pd., M.Kes.; Wakil Direktur II Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, M.Kes.; Wakil Direktur III Lukman, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep.; serta Kasubbag ADAK Oktavianus BTH, S.K.M., M.M. Turut hadir Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang, Susyani, S.Si.T., M.Kes.; Ketua Prodi Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan, Eliza, S.Gz., M.Si.; Sekretaris Jurusan Gizi sekaligus Plt. Ketua Prodi Gizi Program Diploma Tiga, Imelda Telisa, S.Gz., M.P.; para dosen dan tenaga kependidikan Jurusan Gizi. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh mitra eksternal dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Kepala Instalasi Gizi RSMH Mulaiha, S.Gz., M.Biomed.; Kepala Instalasi Gizi RS Siti Fatimah Fannisa Armetristi, S.Gz.; serta Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Basuki Rahmat Vinny Aprio Mita, S.Gz. Kehadiran para mitra menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan dengan dunia pelayanan kesehatan dalam mempersiapkan tenaga gizi yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penayangan Video Antikorupsi sebagai penguatan nilai integritas bagi para calon tenaga kesehatan. Setelah pembukaan dan doa, seluruh peserta dan tamu undangan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Poltekkes Kemenkes, dan Hymne Poltekkes Kemenkes. Suasana kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penayangan video profil yang menggambarkan perjalanan dan kiprah Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang dalam melaksanakan pendidikan tenaga kesehatan. Selanjutnya disampaikan Laporan Pendidikan yang memberikan gambaran mengenai pelaksanaan proses pendidikan dan capaian akademik para peserta yudisium. Laporan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat perjalanan panjang yang telah dilalui mahasiswa hingga akhirnya berhasil mencapai tahap kelulusan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang menyampaikan sambutan sekaligus memberikan pesan kepada seluruh peserta yudisium. Yudisium, menurutnya, bukanlah titik akhir dari proses belajar. Sebaliknya, yudisium merupakan awal dari perjalanan baru bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menunjukkan karakter profesional, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Bidang gizi memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan kesehatan. Persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia, tumbuh kembang, produktivitas, pencegahan penyakit, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, para lulusan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang diharapkan mampu mengambil peran secara aktif di berbagai lini pelayanan kesehatan maupun bidang lainnya yang berkaitan dengan gizi dan dietetika. “Jadilah lulusan yang mampu menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi integritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Ilmu yang diperoleh selama berada di Poltekkes Kemenkes Palembang hendaknya terus dikembangkan dan diwujudkan dalam bentuk karya serta pengabdian,” pesan Direktur.

Yudisium juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para lulusan yang berhasil menunjukkan prestasi akademik terbaik selama menempuh pendidikan. Penghargaan kepada lulusan terbaik bukan hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, menjaga semangat belajar, dan memberikan hasil terbaik dalam setiap proses yang dijalani.

Untuk Prodi Gizi Program Diploma Tiga, tiga lulusan terbaik adalah:

No.

NIM

Nama

IPK

PREDIKAT

 

1

PO7131123008

Jesen Akbar Batara Jaya

3,83

Pujian

2

PO7131123009

Usi Leonda Sari

3,81

Pujian

3

PO7131123004

Amelia Daffa Anindya

3,78

Pujian

                 

Sementara itu, untuk Prodi Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan Kelas Reguler, tiga lulusan terbaik yang berhasil meraih capaian akademik membanggakan adalah;

No.

NIM

Nama

IPK

PREDIKAT

1

PO7131222056

Indah Afifah Putri

3,91

Pujian

2

PO7131123007

Cindy Destiani

3,91

Pujian

3

PO7131123065

Salwa Rahma Hanifah

3,87

Pujian

Adapun untuk Prodi Gizi dan Dietetika Program Sarjana Terapan Kelas RPL, tiga lulusan terbaik adalah;

No.

NIM

Nama

IPK

PREDIKAT

1

PO7131225126

Aprilia Dwi Zaharani

3,86

Pujian

2

PO7131225135

Fathya Khaerani Putri

3,84

Pujian

3

PO7131225098

Dessy Susanti

3,84

Pujian

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, dan konsistensi dalam menjalani proses pendidikan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan. Namun demikian, keberhasilan akademik bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan seorang tenaga kesehatan. Lebih jauh dari itu, kemampuan untuk bekerja sama, berkomunikasi, beradaptasi, menjaga etika profesi, serta memberikan pelayanan yang humanis merupakan bagian penting yang harus terus dikembangkan oleh setiap lulusan.

Salah satu rangkaian yang penuh makna dalam kegiatan yudisium adalah pelepasan jaket almamater dan pemasangan selempang. Prosesi tersebut menjadi simbol transformasi. Para mahasiswa yang selama ini menjalani proses pendidikan sebagai bagian dari keluarga besar Poltekkes Kemenkes Palembang kini bersiap memasuki lingkungan profesional dengan membawa identitas dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di kampus. Jaket almamater yang dilepas bukan berarti hubungan dengan almamater berakhir. Sebaliknya, para lulusan akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Poltekkes Kemenkes Palembang dan membawa nama baik institusi di mana pun mereka berada.

Setelah prosesi tersebut, dilaksanakan penyerahan piagam atau sertifikat kepada para lulusan terbaik sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraih. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Lagu tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki pada akhirnya harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Suasana semakin bermakna ketika perwakilan alumni menyampaikan pesan dan kesan. Berbagai pengalaman selama menjalani pendidikan menjadi bagian dari perjalanan yang tidak akan terlupakan. Perjuangan menghadapi proses pembelajaran, menyelesaikan tugas, menjalani praktik, menghadapi berbagai tantangan akademik, hingga akhirnya berdiri sebagai lulusan menjadi kenangan yang akan terus dibawa dalam perjalanan kehidupan selanjutnya.

Kebutuhan terhadap tenaga kesehatan yang kompeten terus berkembang seiring dengan dinamika permasalahan kesehatan masyarakat. Dalam konteks tersebut, tenaga gizi memiliki peran penting dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Lulusan gizi diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, baik pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun bidang profesional lainnya. Kompetensi yang diperoleh selama pendidikan menjadi modal awal untuk menghadapi dunia kerja. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi. Karena itu, kelulusan hari ini hendaknya tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Justru setelah menyelesaikan pendidikan formal, para lulusan dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, mengikuti perkembangan teknologi, serta memahami kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Poltekkes Kemenkes Palembang juga terus berkomitmen menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang unggul, profesional, berkarakter dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. Melalui proses pendidikan yang terintegrasi dengan praktik dan kebutuhan pelayanan kesehatan, diharapkan lulusan memiliki kesiapan untuk berkontribusi

Dengan berakhirnya rangkaian yudisium, sebanyak 197 lulusan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang kini bersiap memasuki babak baru dalam kehidupan mereka. Ada yang akan melanjutkan karier, mengembangkan kompetensi, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengabdikan diri di fasilitas pelayanan kesehatan, maupun menempuh jalan profesional lainnya. Apa pun pilihan perjalanan mereka, satu hal yang diharapkan tetap melekat adalah nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menjadi bagian dari Poltekkes Kemenkes Palembang: integritas, profesionalisme, kepedulian, semangat belajar, dan pengabdian.

Yudisium hari ini bukan sekadar tentang toga, selempang, piagam, ataupun gelar akademik. Lebih dari itu, yudisium adalah tentang sebuah perjalanan yang telah dilalui dengan penuh perjuangan dan sebuah tanggung jawab baru yang menanti di depan. Para lulusan kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh dari kampus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selamat kepada seluruh peserta yudisium Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Palembang. Teruslah melangkah, teruslah belajar, teruslah berkarya, dan jadilah tenaga kesehatan yang mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =