Palembang, 19 Oktober 2026 — Dalam upaya memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta mendorong kinerja yang semakin optimal, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang melaksanakan kegiatan pelantikan pejabat pengelola sebagai Ketua Tim Kerja di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan organisasi yang profesional, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan kesehatan.
Kegiatan pelantikan dihadiri oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, Bapak Muhamad Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., Wakil Direktur I, Ibu Diah Navianti, S.Pd., M.Kes., Wakil Direktur II, Ibu Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, Apt., M.Kes., serta para Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, Kepala Pusat, dan Kepala Unit di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang. Kehadiran jajaran pimpinan dan pengelola tersebut mencerminkan dukungan institusi terhadap penguatan koordinasi, pembagian tanggung jawab, serta peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas di setiap bidang kerja.
Pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau pergantian penugasan, melainkan bagian dari langkah strategis dalam membangun organisasi yang mampu bekerja secara terarah, terukur, dan berkesinambungan. Setiap Ketua Tim Kerja memiliki peran penting dalam memastikan bahwa program dan kegiatan institusi dapat berjalan sesuai dengan perencanaan, ketentuan yang berlaku, serta sasaran kinerja yang telah ditetapkan.
Tujuh Ketua Tim Kerja, Satu Komitmen untuk Kemajuan Institusi Dalam kegiatan tersebut, tujuh pejabat pengelola resmi dilantik untuk mengemban amanah sebagai Ketua Tim Kerja pada bidang masing-masing. Mereka adalah:
- Rahmad Aswin Juliansyah, , M.Kes., sebagai Ketua Tim Kerja Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN).
- Wartono, Sos., sebagai Ketua Tim Kerja Perencanaan dan Evaluasi.
- Oktavianus Barkah Tri Harjoko, SKM., MM., sebagai Ketua Tim Kerja Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM).
- Yudhy Cipto Yuwono, , MM., sebagai Ketua Tim Kerja Umum dan Hubungan Masyarakat serta Kerja Sama.
- Annie Kholila Oktora Pulungan, , MKM., sebagai Ketua Tim Kerja Administrasi Akademik.
- Veratiwi, ST., M.Keb., sebagai Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan dan Alumni.
- Siti Fatimah, Gz., sebagai Ketua Tim Kerja Tata Kelola Badan Layanan Umum (BLU).
Penetapan tujuh Ketua Tim Kerja tersebut mencakup bidang-bidang strategis yang saling berkaitan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, pengelolaan sumber daya, pelayanan administrasi, serta pengembangan institusi. Masing-masing bidang memiliki tanggung jawab yang berbeda, tetapi semuanya bermuara pada tujuan yang sama, yaitu mendukung terwujudnya pelayanan pendidikan kesehatan yang berkualitas dan tata kelola organisasi yang semakin baik.
Bidang keuangan dan BMN, misalnya, berperan penting dalam mendukung pengelolaan anggaran dan aset secara tertib, efisien, serta bertanggung jawab. Sementara itu, bidang perencanaan dan evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan program kerja disusun berdasarkan kebutuhan, dilaksanakan secara terarah, dan dievaluasi untuk mengetahui tingkat pencapaian sasaran.
Di sisi lain, bidang organisasi dan sumber daya manusia memiliki peran dalam mendukung pengembangan kapasitas pejabat pengelola serta penguatan sistem kerja. Bidang umum, hubungan masyarakat, dan kerja sama turut menunjang kelancaran operasional, membangun komunikasi yang efektif, serta memperluas hubungan kelembagaan. Adapun administrasi akademik, kemahasiswaan dan alumni, serta tata kelola BLU memiliki kontribusi penting dalam mendukung pelayanan akademik, pengembangan mahasiswa, hubungan dengan alumni, dan pengelolaan institusi yang efektif. Dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, diharapkan setiap Ketua Tim Kerja mampu membangun sinergi dengan seluruh unsur organisasi, meningkatkan kualitas koordinasi, serta mendorong lahirnya inovasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pelantikan dan Sumpah Jabatan sebagai Wujud Integritas
Rangkaian kegiatan pelantikan berlangsung melalui susunan acara yang tertib dan khidmat. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa dan negara sekaligus penguatan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas.
Selanjutnya, dilaksanakan pembacaan Surat Keputusan Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang yang menjadi dasar penetapan para pejabat pengelola dalam jabatan Ketua Tim Kerja. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pejabat pengelola di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang oleh Direktur, diikuti dengan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan naskah Berita Acara Sumpah Jabatan.
Pengambilan sumpah jabatan menjadi salah satu bagian paling bermakna dalam kegiatan tersebut. Sumpah yang diucapkan bukan hanya bentuk pemenuhan ketentuan formal, tetapi juga pernyataan kesediaan untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, menaati peraturan, serta mengutamakan kepentingan organisasi dan pelayanan publik.
Jabatan yang diemban merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga melalui tindakan nyata. Integritas, kedisiplinan, kompetensi, dan kemampuan bekerja sama menjadi fondasi penting bagi setiap Ketua Tim Kerja dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi. Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga dari kemampuannya membangun tim yang solid, menciptakan lingkungan kerja yang positif, serta menggerakkan seluruh anggota untuk mencapai tujuan bersama.
Setelah prosesi pelantikan dan penandatanganan berita acara, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang. Rangkaian acara kemudian diisi dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai simbol pengabdian kepada bangsa dan negara, sebelum ditutup dengan pembacaan doa agar seluruh rangkaian kegiatan serta amanah yang diberikan dapat membawa kebaikan dan kemajuan bagi institusi.
Pelantikan tujuh Ketua Tim Kerja ini diharapkan menjadi awal dari penguatan budaya kerja yang kolaboratif, transparan, dan berorientasi pada hasil. Dalam lingkungan pendidikan tinggi kesehatan yang terus berkembang, kemampuan organisasi untuk beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan mutu layanan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Setiap Ketua Tim Kerja diharapkan mampu menerjemahkan arah kebijakan institusi ke dalam program kerja yang konkret, menetapkan prioritas yang tepat, serta memastikan pelaksanaan kegiatan berlangsung secara efektif dan efisien. Evaluasi berkala, komunikasi yang terbuka, serta koordinasi lintas bidang juga menjadi unsur penting untuk mengidentifikasi kendala dan menemukan solusi secara bersama-sama.
Kepemimpinan yang kuat tidak harus selalu ditunjukkan melalui instruksi, tetapi juga melalui keteladanan, keterbukaan terhadap masukan, dan kesediaan untuk mendengarkan. Dengan pendekatan tersebut, setiap anggota tim dapat berkontribusi secara optimal sesuai dengan kompetensi dan tanggung jawabnya. Sinergi antartim diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap kemajuan institusi.
Pada akhirnya, keberhasilan pelantikan tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya prosesi secara tertib, tetapi juga oleh sejauh mana amanah tersebut diwujudkan dalam peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan. Setiap perencanaan yang lebih matang, setiap administrasi yang semakin tertib, setiap pelayanan yang semakin responsif, dan setiap inovasi yang memberikan manfaat merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab jabatan.
Melalui pelantikan ini, Poltekkes Kemenkes Palembang menegaskan pentingnya penguatan peran kepemimpinan di setiap bidang kerja sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin profesional dan berdaya saing. Ketujuh Ketua Tim Kerja yang telah dilantik diharapkan dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, menjaga kepercayaan yang diberikan, serta membangun kerja sama yang harmonis dengan seluruh unsur institusi.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan organisasi merupakan hasil dari kerja bersama. Dukungan pimpinan, kompetensi pejabat pengelola, komunikasi yang efektif, serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan merupakan unsur yang saling melengkapi dalam mewujudkan tujuan institusi.
Dengan semangat integritas, profesionalisme, dan pengabdian, pelantikan Ketua Tim Kerja di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, serta menghadirkan pelayanan pendidikan kesehatan yang semakin berkualitas.
Sebab, jabatan adalah amanah, kepemimpinan adalah keteladanan, dan keberhasilan adalah hasil dari kerja bersama. Berbekal komitmen tersebut, Poltekkes Kemenkes Palembang terus melangkah maju untuk membangun organisasi yang tangguh, melayani dengan sepenuh hati, dan memberikan
Â
kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia kesehatan Indonesia.
(Reported by Humas Polkesbang)

















