Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang – Jumat, 24 Juli 2026 – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu, Poltekkes Kemenkes Palembang melalui Unit Manajemen Risiko yang dketuai oleh Ibu Dr. Ocktariyana, SST, M. Kes, CRP bersama tim (Ibu Leni Marlina, A. Md. Keb, SKM, CRA) dan Ibu Hayani, SKM, MKM, CRP sebagai tim SPI (Satuan Pengawas Internal), secara rutin melaksanakan kegiatan monitoring proses manajemen risiko di Jurusan Gizi yang dihadiri oleh Ibu Ka. Jurusan (Susyani, S.Si.T, M.Kes), Ibu Ka. Prodi S. Tr. Gizi (Eliza, S. Gz, M.Si) dan penanggung jawab-penanggung jawab kegiatan, Dosen serta Tendik. Program Studi Diploma Tiga (D3) Gizi, Program Studi Sarjana Terapan Gizi & Dietetika Poltekkes Kemenkes Palembang melaksanakan kegiatan mitigasi risiko sebagai bagian dari proses manajemen risiko sesuai dengan konteks yang telah ditetapkan (IKU Direktur + 8 Kriteria + Gratifikasi). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh proses pendidikan berjalan secara efektif, terkendali, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. .
Kegiatan mitigasi risiko dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan program studi. Melalui kegiatan ini, dilakukan penelaahan terhadap risiko yang berkaitan dengan aspek yang menjadi perhatian antara lain proses pembelajaran, pelaksanaan praktikum dan praktik lapangan, pengelolaan sumber daya, ran, layanan kepada mahasiswa, sarana dan prasarana, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta aspek pendukung lainnya.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan identifikasi terhadap potensi risiko, menganalisis kemungkinan terjadinya risiko dan dampaknya, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. Setiap risiko yang teridentifikasi diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui rencana mitigasi yang terukur sehingga potensi permasalahan dapat diminimalkan dan tidak menghambat pencapaian sasaran program studi.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan Program Studi D3 Gizi dan Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika. Seluruh unsur terkait didorong untuk memiliki kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mengenali risiko serta melakukan tindakan pengendalian secara konsisten. Keterlibatan seluruh unsur program studi dalam proses identifikasi dan pengendalian risiko diharapkan dapat membangun kesadaran bersama bahwa mutu merupakan tanggung jawab seluruh civitas akademika.
Melalui penerapan manajemen risiko yang terintegrasi dengan penjaminan mutu, Program Studi D3 Gizi dan Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan (continuous improvement) dalam penyelenggaraan pendidikan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung terciptanya tata kelola program studi yang semakin baik, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta memastikan proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan tenaga gizi yang kompeten, profesional dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan gizi di masyarakat.
( Reported by Leni Marlina. S.KM)





