“Langkah Nyata Menjaga Mutu Melalui Manajemen Risiko”

Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang – Kamis, 23 Juli 2026 – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan, sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu, Poltekkes Kemenkes Palembang melalui Unit Manajemen Risiko yang dketuai oleh Ibu Dr. Ocktariyana, SST, M. Kes, CRP bersama tim (Ibu Marlindayanti, S. Pd, MDSc, CRA dan Ibu Leni Marlina, A. Md. Keb, SKM, CRA) dan Ibu Hayani, SKM, MKM, CRP sebagai tim SPI (Satuan Pengawas Internal), secara rutin melaksanakan kegiatan monitoring proses manajemen risiko di Jurusan Keperawatan yang dihadiri oleh Bapak Ka. Jurusan (Dr. Muliyadi, S.Kp, M.Kep, CRA), Bapak Ka. Prodi D3 Keperawatan Palembang (Sumitro Adi Putra, S.Kep, Ners, M.Kes), Ibu Ka. Prodi S. Tr. Keperawatan (Dr. Rosnani, S.Kp, M.Kep. Sp.MAT) dan penanggung jawab-penanggung jawab kegiatan, Dosen serta Tendik. Poltekkes Kemenkes Palembang melaksanakan kegiatan mitigasi risiko sebagai bagian dari proses manajemen risiko sesuai dengan konteks yang telah ditetapkan (IKU Direktur + 8 Kriteria + Gratifikasi). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh proses pendidikan berjalan secara efektif, terkendali, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan pada Program Studi Diploma Tiga (D3)  Keperawatan dan Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan di wilayah dalam kota.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pencapaian tujuan program studi. Setiap potensi risiko yang berkaitan dengan proses pembelajaran, pelayanan akademik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, praktik klinik, keselamatan mahasiswa, serta tata kelola program studi dapat diantisipasi dan dikelola secara lebih sistematis. Tim melakukan identifikasi terhadap berbagai potensi risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran program studi. Risiko tersebut mencakup aspek akademik, pembelajaran dan praktik klinik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, administrasi, keselamatan, serta aspek lain yang berkaitan dengan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Proses mitigasi dilakukan dengan mengkaji tingkat risiko, menentukan langkah pengendalian, serta menyusun tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan.

Pendekatan ini dilakukan dengan menyusun dan melaksanakan langkah-langkah pengendalian yang tepat, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.dan diharapkan dapat membantu program studi dalam mengantisipasi potensi permasalahan sejak dini sehingga risiko yang dapat menghambat pencapaian indikator mutu dapat diminimalkan.

Kegiatan jaga mutu juga menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi dan komitmen bersama antara pimpinan, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta pihak terkait lainnya. Dengan adanya komunikasi dan evaluasi secara berkala, setiap potensi risiko dapat ditindaklanjuti secara terarah dan terdokumentasi.

Pelaksanaan mitigasi risiko juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi D3 Keperawatan dan Sarjana Terapan Keperawatan dalam menerapkan prinsip yang  berorientasi pada pemenuhan standar. Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun budaya perbaikan/peningkatan mutu secara berkelanjutan (continuous quality improvement) dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan. Setiap tindakan mitigasi diarahkan untuk memastikan bahwa risiko dapat dikendalikan serta memberikan dampak positif terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pencapaian kompetensi lulusan.

Dengan penerapan manajemen risiko yang konsisten, Program Studi D3 Keperawatan dan Sarjana Terapan Keperawatan terus berupaya membangun lingkungan akademik yang diharapkan dapat mendukung terciptanya budaya mutu yang semakin kuat di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang (bermutu, aman, efektif, responsif, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan seluruh pemangku kepentingan).

Kegiatan mitigasi risiko ini menjadi bukti nyata komitmen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang untuk terus menjaga mutu, memperkuat tata kelola, mencegah potensi masalah, dan meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan yang dihasilkan profesional dan kompeten serta kesiapan dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas kepada masyarakat.

 

(Reported by Leni Marlina. S.KM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *