Palembang, 01 September 2026. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang kembali mencatat sebuah momentum penting dalam perjalanan pendidikan tenaga kesehatan melalui kegiatan Yudisium Program Studi Diploma Tiga Farmasi. Sebanyak 112 peserta yudisium resmi menyelesaikan tahapan pendidikan dan dinyatakan lulus sebagai bagian dari perjalanan mereka menuju dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.
Yudisium bukan sekadar seremoni akademik. Di balik toga, selempang, dan piagam yang diterima, terdapat perjalanan panjang yang telah dilalui para mahasiswa, mulai dari proses pembelajaran di kelas, praktikum di laboratorium, berbagai tugas akademik, hingga pembentukan karakter dan kompetensi sebagai calon tenaga kesehatan. Kegiatan yudisium menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas perjuangan para mahasiswa sekaligus meneguhkan kembali pesan bahwa ilmu kesehatan harus diiringi dengan integritas, tanggung jawab, profesionalisme, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, Bapak M. Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., didampingi Wakil Direktur I, Ibu Diah Navianti, S.Pd., M.Kes.; Wakil Direktur II, Ibu Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, M.Kes.; serta Wakil Direktur III, Bapak Lukman, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep., Kasubbag ADAK, Bapak Oktavianus Barkah Tri Harjoko, S.K.M., M.M.; Ketua Jurusan Farmasi, Ibu Mindawarnis, S.Si., Apt., M.Kes.; serta Sekretaris Jurusan Farmasi, Ibu Mona Rahmi Rulianti, M.Farm, para dosen dan tendik Jurusan Farmasi.pKegiatan juga dihadiri sejumlah mitra dan undangan eksternal yang selama ini turut berperan dalam mendukung proses pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa, yaitu apt. Rizki Arismawati, S.Farm. dari PKM Sabongkingking; Siti Mutmainah, S.Farm., Apt. dari PKM Makrayu; apt. Frans Apandi, S.Farm. dari Apotek Kimia Farma Diatari; serta apt. Nopa Aprilia Yosi Yuni, S.Farm. dari Apotek Kimia Farma Merdeka. Kehadiran para mitra tersebut menjadi bentuk sinergi antara institusi pendidikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan dunia kerja. Kolaborasi semacam ini menjadi penting dalam memastikan lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memahami kebutuhan nyata di lapangan.
Rangkaian kegiatan yudisium diawali dengan penayangan video antikorupsi. Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta yudisium bahwa profesi tenaga kesehatan tidak hanya menuntut kecakapan dalam menjalankan tugas, tetapi juga membutuhkan karakter yang kuat dan berintegritas. Sebagai calon tenaga kesehatan yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat, lulusan D3 Farmasi dituntut untuk menjunjung tinggi kejujuran, profesionalisme, disiplin, serta tanggung jawab dalam menjalankan setiap amanah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Poltekkes Kemenkes, dan Hymne Poltekkes Kemenkes. Seluruh hadirin berdiri dengan penuh khidmat, mencerminkan rasa cinta tanah air sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Poltekkes Kemenkes Palembang.
Memasuki agenda inti, Ketua Jurusan Farmasi menyampaikan Laporan Pendidikan yang menggambarkan perjalanan akademik peserta yudisium. Laporan tersebut menjadi bagian penting untuk menunjukkan capaian pendidikan mahasiswa selama menempuh proses pembelajaran di Program Studi D3 Farmasi. Sebanyak 112 peserta mengikuti yudisium. Mereka merupakan generasi yang telah ditempa melalui pendidikan akademik dan praktik untuk menjadi tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi di bidang kefarmasian.
Perjalanan selama menjadi mahasiswa tentu tidak selalu mudah. Ada tantangan, kesibukan praktikum, tugas akademik, ujian, serta berbagai pengalaman yang mengajarkan arti ketekunan dan tanggung jawab. Namun, seluruh proses tersebut pada akhirnya menjadi bekal berharga. Sebab, keberhasilan seorang tenaga kesehatan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh kemampuan untuk bekerja dengan hati, menjaga etika profesi, berkomunikasi dengan baik, dan memberikan pelayanan yang aman serta bermutu.
Yudisium D3 Farmasi juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang berhasil menunjukkan prestasi akademik terbaik.
Tiga lulusan terbaik yang berhasil meraih capaian membanggakan adalah:
- Meyla Dhesfaiza Putri, dengan IPK 3,85, predikat Pujian (Terbaik I)
2. Centia Restianti, dengan IPK 3,83, predikat Pujian (Terbaik II)
3. Mulia Kurniasari, dengan IPK 3,82, predikat Pujian (Terbaik III)
Prestasi ketiga lulusan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, dan komitmen dalam belajar dapat menghasilkan capaian yang membanggakan. Namun demikian, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, capaian akademik yang tinggi harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan manfaat yang lebih besar ketika memasuki dunia kerja.
Pesan Direktur: Jadilah Tenaga Kesehatan yang Berintegritas
Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, M. Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Yudisium menjadi titik penting karena setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan akan memasuki lingkungan yang sesungguhnya, yaitu dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Lulusan D3 Farmasi diharapkan mampu membawa nama baik almamater serta menunjukkan kompetensi yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki harus dapat diwujudkan dalam pelayanan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, tukas beliau. Lebih dari sekadar kemampuan teknis, lulusan juga diharapkan memiliki integritas dan etika. Dalam pelayanan kefarmasian, ketelitian dan tanggung jawab merupakan hal yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Pesan tersebut menjadi bekal moral bagi para lulusan untuk memahami bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan memiliki dampak bagi kehidupan orang lain.
Suasana kegiatan semakin khidmat ketika dibacakan Surat Keputusan Direktur Poltekkes Palembang tentang Penetapan Kelulusan. Nama-nama lulusan ditampilkan dan dibacakan sebagai bentuk pengakuan resmi atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling berkesan bagi peserta yudisium. Setelah melewati berbagai proses akademik, akhirnya mereka dapat menerima pengakuan atas perjuangan yang telah dilakukan selama masa pendidikan.
Salah satu rangkaian yang penuh makna adalah pelepasan jaket almamater dan pemasangan selempang bagi peserta yudisium. Jaket almamater selama ini menjadi simbol identitas dan kebersamaan sebagai mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palembang. Ketika jaket tersebut dilepas, bukan berarti hubungan dengan almamater berakhir. Sebaliknya, para lulusan kini memasuki babak baru sebagai alumni dan bagian dari keluarga besar Poltekkes Kemenkes Palembang.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik, dilaksanakan pula penyerahan piagam kepada tiga lulusan terbaik. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang didampingi Wakil Direktur I, Wakil Direktur II, Wakil Direktur III, Ketua Jurusan. Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi tidak hanya bagi para penerima penghargaan, tetapi juga bagi seluruh lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi terbaik di bidang kefarmasian.
Momen tersebut menjadi ruang untuk mengenang berbagai pengalaman selama berada di kampus kebersamaan dengan teman, bimbingan para dosen, perjuangan menyelesaikan praktikum dan tugas, hingga berbagai tantangan yang akhirnya dapat dilewati bersama. Kenangan tersebut akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup para lulusan.
Yudisium D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Palembang pada akhirnya bukan sekadar acara pelepasan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan peristiwa transisi dari dunia pendidikan menuju dunia pengabdian. Sebanyak 112 lulusan kini membawa bekal ilmu, keterampilan, pengalaman, dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang. Mereka diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, berintegritas, adaptif, dan humanis. Kepada seluruh lulusan, pesan yang patut terus diingat adalah: jangan pernah merasa bahwa perjalanan telah selesai ketika wisuda dan yudisium berakhir. Justru, setelah hari ini, perjalanan baru dimulai.
Bawalah nama baik almamater di mana pun berada. Jadikan ilmu sebagai jalan untuk memberi manfaat. Jadikan integritas sebagai prinsip dalam bekerja. Jadikan pengabdian sebagai bentuk nyata dari ilmu yang telah diperoleh. Selamat kepada 112 lulusan D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Palembang. Selamat melangkah menuju masa depan.
Semoga seluruh lulusan mampu meraih kesuksesan dalam perjalanan kariernya serta menjadi tenaga kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Poltekkes Kemenkes Palembang bangga melepas kalian untuk berkarya. Karena hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah pengabdian yang lebih luas.
**Selamat dan sukses kepada seluruh lulusan D3 Farmasi.
Terus belajar, terus berkarya, dan terus mengabdi dengan sepenuh hati.**
(Reported by Listrianah. M.Kes)










