Baturaja, 14 September 2026. Yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum penting yang menandai perjalanan panjang mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan sekaligus menjadi titik awal untuk melangkah ke dunia profesional. Semangat tersebut terpancar dalam kegiatan Yudisium Program Studi Diploma Tiga (D-3) Keperawatan Baturaja Poltekkes Kemenkes Palembang yang berlangsung penuh khidmat dan membanggakan. Sebanyak 84 peserta yudisium resmi menyelesaikan tahapan pendidikan akademiknya. Kehadiran mereka menjadi gambaran nyata dari komitmen institusi dalam mencetak tenaga kesehatan vokasi yang kompeten, profesional, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Kegiatan yudisium dihadiri langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, Bapak H. M. Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., beserta jajaran pimpinan, yaitu Wakil Direktur I, Ibu Diah Navianti, S.Pd., M.Kes.; Wakil Direktur II, Ibu Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, M.Kes.; Wakil Direktur III, Bapak Lukman, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep.; serta Kasubbag ADAK, Bapak Oktavianus BTH, S.K.M., M.M.
Turut hadir Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang, Dr. Muliyadi, S.Kp., M.Kep.; Ketua Program Studi D-3 Keperawatan Baturaja, Bapak Gunardi Pome, S.Ag., M.Kes.; para dosen dan tenaga kependidikan, yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendampingi proses pendidikan dan pembentukan kompetensi para peserta yudisium.
Bagi 84 peserta yudisium, hari tersebut merupakan buah dari proses panjang yang telah dilalui dengan berbagai tantangan. Perjalanan pendidikan keperawatan tidak hanya menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan klinis, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan kesehatan. Di balik senyum kebahagiaan para peserta yudisium, terdapat perjuangan panjang, dukungan keluarga, bimbingan dosen, serta pengalaman pembelajaran yang membentuk mereka menjadi calon tenaga kesehatan yang siap berkontribusi.
Yudisium menjadi pengingat bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah pengabdian yang sesungguhnya. Lulusan D-3 Keperawatan Baturaja diharapkan mampu membawa ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk hadir memberikan pelayanan yang aman, bermutu, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan pasien serta masyarakat. Seorang perawat tidak hanya dituntut untuk memiliki kompetensi dalam memberikan asuhan keperawatan, tetapi juga harus mampu menghadirkan empati, ketulusan, dan rasa kemanusiaan dalam setiap pelayanan. Karena itu, setiap lulusan diharapkan mampu menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai bekal untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Kegiatan yudisium juga semakin bermakna dengan kehadiran para mitra strategis dari fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Baturaja dan sekitarnya. Kehadiran para pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan kuatnya hubungan dan sinergi antara institusi pendidikan dengan dunia pelayanan kesehatan. Di antara mitra yang hadir yaitu Kepala UPTD Puskesmas Sukarya, Ibu Hj. Puspa Linda, S.K.M., M.Kes.; Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Baru atau yang mewakili, Ibu Neny Heriyani, S.Kep., Ners.; Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Agung; Kepala UPTD Puskesmas Sekar Jaya atau yang mewakili, Ibu Netty Herawati; serta Kepala UPTD Puskesmas Kemalaraja atau yang mewakili, Ibu Sri Mulyani. Kehadiran para mitra tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan. Selama proses pendidikan, mahasiswa keperawatan membutuhkan pengalaman nyata di lapangan agar kompetensi yang diperoleh di bangku pendidikan dapat diterapkan dalam konteks pelayanan yang sesungguhnya.
Sinergi dengan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga. Mahasiswa dapat mengenal berbagai karakteristik pasien, memahami dinamika pelayanan kesehatan, mengembangkan kemampuan komunikasi terapeutik, serta belajar bekerja dalam tim kesehatan secara profesional. Hubungan yang terjalin antara Poltekkes Kemenkes Palembang dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan sistem pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, Muhamad Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh lulusan Program Studi D-3 Keperawatan Baturaja yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Beliau berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan kompetensi akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga menjunjung tinggi integritas, etika profesi, komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap pasien dan masyarakat. “Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu dan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Jadilah tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, berkarakter, dan senantiasa hadir dengan hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pesan Direktur.
Suasana yudisium semakin penuh haru dan bangga ketika nama tiga lulusan terbaik Program Studi D-3 Keperawatan Baturaja dibacakan di hadapan seluruh peserta, dosen, dan undangan. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata dari ketekunan, disiplin, serta semangat belajar yang telah mereka tunjukkan selama menempuh pendidikan. Prestasi yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan keperawatan yang profesional dan penuh empati. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh dalam mengabdikan ilmu dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
|
No |
Nama |
IPK |
Predikat |
|
1 |
Weni Simehate |
3,82 |
Pujian |
|
2 |
Mita Safitri |
3,77 |
Pujian |
|
3 |
Yupita Desmiyanti |
3,77 |
Pujian |
Program Studi D-3 Keperawatan Baturaja memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Lulusan yang dihasilkan bukan hanya membawa gelar dan ijazah, tetapi juga membawa nama baik almamater, tanggung jawab profesi, serta harapan masyarakat.
Di tengah perkembangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, tenaga keperawatan dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi. Perubahan teknologi, tuntutan mutu pelayanan, perkembangan ilmu keperawatan, serta kebutuhan masyarakat yang semakin beragam membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Karena itu, momentum yudisium diharapkan menjadi titik awal bagi para lulusan untuk terus mengembangkan diri melalui pendidikan berkelanjutan, pelatihan, pengalaman kerja, serta berbagai kegiatan profesional lainnya. Semangat belajar sepanjang hayat menjadi salah satu kunci agar lulusan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Setiap lulusan memiliki jalan pengabdian masing-masing. Ada yang nantinya akan bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik, komunitas, maupun berbagai fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Di mana pun berada, lulusan D-3 Keperawatan Baturaja diharapkan mampu menunjukkan karakter seorang tenaga kesehatan yang profesional. Kompetensi adalah fondasi, tetapi hati dan kepedulian adalah kekuatan yang menjadikan pelayanan keperawatan memiliki makna. Pasien mungkin tidak selalu mengingat setiap tindakan medis atau keperawatan yang diberikan, tetapi mereka akan mengingat bagaimana mereka diperlakukan, bagaimana seorang perawat mendengarkan keluhan mereka, memberikan ketenangan, dan hadir ketika mereka berada dalam kondisi yang rentan. Oleh sebab itu, para lulusan diharapkan senantiasa menjunjung tinggi etika profesi, menjaga integritas, menghormati pasien dan keluarga, serta memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan. Jadikan setiap pasien sebagai manusia yang membutuhkan pertolongan, bukan sekadar sebagai objek pelayanan.
Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan secara tidak langsung menjadi representasi dari Poltekkes Kemenkes Palembang di tengah masyarakat. Setiap sikap, perilaku, kompetensi, dan dedikasi yang ditunjukkan akan menjadi bagian dari citra almamater. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan mampu membawa nama baik Poltekkes Kemenkes Palembang dengan menunjukkan profesionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat pengabdian. Keberhasilan lulusan dalam menjalankan profesinya juga merupakan keberhasilan institusi dalam menjalankan amanah pendidikan vokasi kesehatan.
Yudisium D-3 Keperawatan Baturaja menjadi salah satu bukti bahwa proses pendidikan kesehatan terus berjalan untuk menghasilkan generasi tenaga kesehatan yang siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan. Sebanyak 84 peserta yudisium hari ini bukan hanya 84 orang yang menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah 84 pribadi dengan potensi, cita-cita, dan harapan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Dari ruang-ruang pembelajaran di Baturaja, mereka dipersiapkan untuk hadir di tengah masyarakat dengan membawa ilmu, keterampilan, dan semangat pengabdian.
Ke depan, perjalanan mereka tentu tidak selalu mudah. Namun, dengan bekal pendidikan, pengalaman, nilai-nilai profesionalisme, serta dukungan dari almamater dan keluarga, para lulusan diharapkan mampu menghadapi setiap tantangan dengan penuh keyakinan.
Yudisium ini menjadi sebuah perhentian sejenak untuk mensyukuri perjalanan yang telah dilalui, sekaligus menatap masa depan dengan optimisme. Selamat kepada 84 peserta Yudisium Program Studi D-3 Keperawatan Baturaja Poltekkes Kemenkes Palembang. Teruslah belajar, teruslah berkembang, dan teruslah memberikan manfaat. Jadilah perawat yang hadir bukan hanya dengan kompetensi, tetapi juga dengan ketulusan. Bekerjalah dengan ilmu, melayani dengan hati, dan mengabdi untuk negeri.
Dari Baturaja, langkah pengabdian itu dimulai. Untuk masyarakat, untuk kemanusiaan, dan untuk Indonesia yang lebih sehat.
(Reported by Listrianah. M.Kes)









