Poltekkes Palembang Lepas 93 Lulusan D-3 Keperawatan Lubuklinggau: Melangkah dengan Kompetensi, Mengabdi dengan Hati

Lubuklinggau, 16 September 2026. Sebanyak 93 peserta Yudisium Program Studi Diploma Tiga (D-3) Keperawatan Lubuklinggau Poltekkes Kemenkes Palembang resmi dinyatakan lulus dalam sebuah momentum penuh kebanggaan, haru, dan sukacita yang berlangsung di Lubuklinggau. Yudisium menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mahasiswa. Setelah melewati proses pembelajaran, praktik, ujian, tugas, serta berbagai tantangan selama menempuh pendidikan, sebanyak 93 mahasiswa akhirnya sampai pada titik yang telah lama dinantikan: dinyatakan lulus dan siap memasuki babak baru kehidupan sebagai tenaga kesehatan. Namun, yudisium bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru, hari ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih luas, perjalanan untuk mengimplementasikan ilmu, mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis kepada masyarakat.

Kegiatan yudisium dihadiri langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, Bapak H. M. Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., beserta jajaran pimpinan, yaitu Wakil Direktur I, Ibu Diah Navianti, S.Pd., M.Kes.; Wakil Direktur II, Ibu Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, M.Kes.; Wakil Direktur III, Bapak Lukman, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep.; serta Kasubbag ADAK, Bapak Oktavianus BTH, S.K.M., M.M.

Turut hadir Ketua Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang, Dr. Muliyadi, S.Kp., M.Kep.; Ketua Program Studi D-3 Keperawatan Lubuklinggau, Susmini, S.K.M., S.Kep., M.Kes.; para dosen dan tenaga kependidikan yang telah berperan dalam mendampingi perjalanan akademik mahasiswa hingga mencapai kelulusan. Kehadiran jajaran pimpinan Poltekkes Kemenkes Palembang secara langsung menjadi wujud perhatian sekaligus dukungan institusi terhadap para lulusan yang akan menjadi bagian dari sumber daya manusia kesehatan di tengah masyarakat.

Momentum yudisium juga dihadiri oleh sejumlah mitra eksternal dari sektor kesehatan, yaitu Renaldhy dari Dinas Kesehatan; Julasha, S.S.T., M.K.M., dari RSUD Siti Aisyah; Jhon Feri dari PPNI; serta Yunita Angraini dari Puskesmas Megang. Kehadiran para mitra eksternal menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan tenaga kesehatan. Institusi pendidikan tidak dapat berjalan sendiri dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia pelayanan kesehatan. Kolaborasi dengan dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung dinamika pelayanan kesehatan di lapangan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa belajar bahwa menjadi tenaga kesehatan tidak hanya membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan komunikasi, kemampuan bekerja dalam tim, kedisiplinan, etika profesi, serta kepedulian terhadap pasien dan masyarakat. Sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan terus berkembang sehingga proses pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan yudisium diawali dengan penayangan video antikorupsi. Agenda tersebut menjadi pengingat bahwa integritas harus menjadi bagian dari karakter setiap insan, termasuk para calon tenaga kesehatan. Dalam menjalankan profesinya, tenaga kesehatan akan berhadapan dengan berbagai situasi yang menuntut kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan komitmen terhadap etika. Karena itu, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keterampilan teknis. Pendidikan juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk pribadi yang memiliki nilai moral dan integritas. Setelah penayangan video antikorupsi, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dan doa. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Poltekkes Kemenkes, dan Hymne Poltekkes Kemenkes. Rangkaian tersebut menjadi simbol kecintaan terhadap tanah air sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Poltekkes Kemenkes Palembang.

Setelah rangkaian pembukaan, peserta mengikuti penayangan video profil yang menggambarkan perjalanan dan kiprah institusi dalam melaksanakan pendidikan tenaga kesehatan. Selanjutnya, disampaikan laporan pendidikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yudisium sekaligus gambaran mengenai proses pendidikan yang telah dilalui para mahasiswa. Perjalanan menuju kelulusan tentu tidak berlangsung dalam waktu singkat. Ada berbagai tahapan yang harus dilalui mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan sebagai tenaga kesehatan. Mulai dari pembelajaran teori, praktik laboratorium, praktik klinik, penyelesaian tugas, evaluasi, hingga berbagai proses pembelajaran lainnya menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kompetensi mahasiswa. Hari ini, seluruh proses tersebut bermuara pada satu momentum: penetapan kelulusan.

Momentum yang paling dinantikan kemudian tiba, yaitu pembacaan Surat Keputusan Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang tentang Penetapan Kelulusan. Dengan dibacakannya Surat Keputusan tersebut, sebanyak 93 peserta yudisium Program Studi D-3 Keperawatan Lubuklinggau resmi dinyatakan lulus. Suasana penuh kebahagiaan pun terasa di tengah peserta yudisium dan para undangan. Bagi para lulusan, kelulusan merupakan buah dari perjuangan yang telah mereka lalui. Bagi orang tua dan keluarga, hari tersebut menjadi bentuk kebanggaan setelah memberikan dukungan selama proses pendidikan. Bagi para dosen dan tenaga kependidikan, kelulusan mahasiswa menjadi salah satu wujud keberhasilan dalam menjalankan tugas pendidikan dan pembimbingan. Sedangkan bagi institusi, 93 lulusan tersebut merupakan bagian dari kontribusi Poltekkes Kemenkes Palembang dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Kegiatan yudisium semakin istimewa dengan diumumkannya tiga lulusan terbaik Program Studi D-3 Keperawatan Lubuklinggau. Ketiga lulusan tersebut berhasil meraih prestasi akademik dengan predikat Pujian, yaitu:

No

Nama

IPK

Predikat

1

Syndi Fradila

3,98

Pujian

2

Salwa Aisyah Ramadhani.S

3,93

Pujian

3

Felix Al ‘Ghifari

3,88

Pujian

Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga, Program Studi D-3 Keperawatan Lubuklinggau, Jurusan Keperawatan, dan Poltekkes Kemenkes Palembang. Prestasi akademik merupakan salah satu bentuk hasil dari proses belajar yang dilakukan dengan tekun dan konsisten. Namun, ketika memasuki dunia kerja, para lulusan akan menghadapi tantangan yang lebih luas. Di dunia pelayanan kesehatan, seorang tenaga kesehatan dituntut untuk mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, komunikasi, etika, dan empati. Oleh sebab itu, prestasi akademik hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kompetensi, bukan menjadi akhir dari proses belajar.

Salah satu prosesi yang sarat makna dalam kegiatan yudisium adalah pelepasan jaket almamater dan pemasangan selempang. Jaket almamater selama ini menjadi simbol perjalanan mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Poltekkes Kemenkes Palembang. Di baliknya tersimpan berbagai kenangan perkuliahan, praktik, tugas, ujian, kebersamaan, perjuangan, hingga pengalaman yang membentuk karakter para mahasiswa. Ketika jaket almamater dilepas dan selempang dipasang, para lulusan secara simbolis meninggalkan satu fase kehidupan dan memasuki fase berikutnya. Prosesi tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan memiliki tanggung jawab untuk diwujudkan dalam bentuk pelayanan nyata.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, H. M. Taswin, S.Si., Apt., M.M., M.Kes., memberikan pesan dan motivasi kepada para lulusan agar terus mengembangkan kompetensi dan menjaga nama baik almamater. Kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat membuat tenaga kesehatan harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Para lulusan diharapkan memiliki semangat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan dunia kesehatan. Selain kompetensi, integritas juga menjadi nilai penting yang harus senantiasa dijaga. Sebagai tenaga kesehatan, para lulusan akan menjalankan tugas yang berhubungan langsung dengan kehidupan manusia. Karena itu, setiap tindakan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, sesuai kompetensi, serta menjunjung tinggi etika dan profesionalisme. Nama baik almamater juga akan tercermin melalui perilaku para alumninya. Para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai tersebut ketika memasuki dunia kerja. Kompeten dalam ilmu, profesional dalam bekerja, dan humanis dalam melayani menjadi semangat yang penting untuk terus dijaga.

Sebanyak 93 lulusan D-3 Keperawatan Lubuklinggau kini akan membuka lembaran baru. Sebagian mungkin akan melanjutkan perjalanan di rumah sakit, puskesmas, klinik, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ke mana pun langkah mereka, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Poltekkes Kemenkes Palembang diharapkan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi.

Suasana haru kembali terasa ketika memasuki agenda pesan dan kesan alumni. Bertahun-tahun bersama dalam proses pendidikan tentu meninggalkan banyak cerita. Ada tawa, perjuangan, tantangan, keberhasilan, dan berbagai pengalaman yang akan menjadi kenangan sepanjang perjalanan hidup. Para alumni menyampaikan pesan dan kesan sebagai ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka. Terutama kepada orang tua dan keluarga yang senantiasa menjadi sumber kekuatan, para dosen yang memberikan ilmu dan bimbingan, serta tenaga kependidikan yang mendukung berbagai kebutuhan selama proses pendidikan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Lagu tersebut menjadi simbol semangat untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara melalui ilmu dan profesi yang dijalankan. Para lulusan diharapkan mampu menjadikan profesi keperawatan sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Setiap pelayanan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab adalah bentuk pengabdian.

Yudisium Program Studi D-3 Keperawatan Lubuklinggau Poltekkes Kemenkes Palembang bukanlah akhir dari perjalanan. Hari ini merupakan titik awal bagi 93 lulusan untuk memasuki dunia yang lebih luas dengan membawa bekal ilmu dan pengalaman. Mereka akan menghadapi tantangan baru, belajar dari pengalaman, bertemu dengan berbagai karakter pasien, serta terus mengembangkan kemampuan. Namun, satu hal yang diharapkan tidak pernah berubah: semangat untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjadi tenaga kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena sejatinya, keberhasilan seorang tenaga kesehatan tidak hanya dilihat dari seberapa banyak ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar ilmu tersebut mampu memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain.

Kegiatan yudisium ditutup dengan foto bersama jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mitra eksternal, dan seluruh lulusan. Senyum kebahagiaan yang terpancar menjadi penutup dari sebuah perjalanan akademik yang penuh perjuangan.

Selamat kepada 93 lulusan Program Studi D-3 Keperawatan Lubuklinggau Poltekkes Kemenkes Palembang. Selamat kepada Syndi Fradila, Salwa Aisyah Ramadhani.S, dan Felix Al ‘Ghifari atas capaian akademik yang membanggakan.

Teruslah melangkah dengan ilmu.

Teruslah berkembang dengan pengalaman.

Teruslah bekerja dengan integritas.

Dan teruslah mengabdi dengan hati.

Dari Poltekkes Kemenkes Palembang, untuk masyarakat yang lebih sehat dan Indonesia yang lebih kuat.

(Reported by Listrianah. M.Kes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *