Palembang, 17 Agustus 2026 Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kampus Sukabangun Palembang
Semangat kemerdekaan terasa khidmat dan penuh makna di lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, seluruh civitas akademika mengikuti upacara peringatan kemerdekaan yang dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026, bertempat di Kampus Sukabangun Palembang. Upacara bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum 17 Agustus menjadi ruang untuk kembali mengingat sejarah perjuangan bangsa, menghargai jasa para pahlawan, serta memperkuat komitmen seluruh insan pendidikan kesehatan untuk melanjutkan perjuangan melalui ilmu pengetahuan, pelayanan, pengabdian, dan karya nyata bagi masyarakat.
Upacara ini dipimpin langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Palembang, (Bapak Muhamad Taswin, Apt., M.M., M.Kes.). Seluruh peserta mengikuti jalannya kegiatan dengan tertib, mulai dari pengibaran Sang Merah Putih, pembacaan teks proklamasi, mengheningkan cipta, hingga amanat pembina upacara.
Upacara dihadiri juga oleh jajaran pimpinan, yaitu Wakil Direktur I (Ibu Diah Navianti, S.Pd., M.Kes.), Wakil Direktur II
(Ibu Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, Apt., M.Kes.), Wakil Direktur III (Bapak Lukman, S.Kep., Ners., M.M., M.Kep.), Kasubag ADAK (Bapak Oktavianus BTH, S.K.M., M.M.), Kasubag Adum (Ibu Veratiwi, S.S.T., M.Keb.), Ketua SPI Ibu Muhliza Veronika, M.H., para Kepala Pusat, Kepala Unit, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, seluruh pegawai di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang yang bertugas di Kota Palembang, mahasiswa penggerek bendera serta perwakilan mahasiswa. Sementara itu, Program Studi Kampus Luar Kota turut menggelar upacara peringatan HUT RI ke-81 di kampus masing-masing. Meski berada di lokasi berbeda, seluruh kegiatan tetap mengusung semangat nasionalisme yang sama dan dijalankan sesuai tata upacara bendera yang berlaku.
Dengan mengusung semangat kemerdekaan, kegiatan berlangsung secara tertib, disiplin, dan khidmat. Para peserta upacara hadir dengan penuh semangat, menunjukkan rasa cinta tanah air sekaligus kebanggaan sebagai bagian dari institusi pendidikan kesehatan yang memiliki peran penting dalam membangun kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Rangkaian upacara dimulai dengan pemimpin barisan menyiapkan barisannya masing-masing. Kesiapan peserta menjadi bagian penting dalam mencerminkan kedisiplinan yang menjadi salah satu nilai utama dalam kehidupan akademik maupun profesional.
Selanjutnya, Komandan Upacara memasuki lapangan upacara. Setelah seluruh peserta berada dalam posisi siap, dilaksanakan perkenalan nama-nama petugas pelaksana upacara. Kehadiran para petugas dengan tanggung jawab masing-masing menjadi bagian dari keberhasilan pelaksanaan upacara yang berlangsung tertib dan terstruktur.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara, sebelum Inspektur Upacara memasuki lapangan. Suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersiap mengikuti setiap tahapan upacara.
Salah satu bagian yang menjadi ciri khas dalam kegiatan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang adalah berkumandangnya Lagu Mars Hidup Sehat. Lagu tersebut tidak hanya menjadi bagian dari susunan acara, tetapi juga memiliki makna yang erat dengan identitas Poltekkes Kemenkes Palembang sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada bidang kesehatan. Semangat hidup sehat merupakan nilai yang perlu terus ditanamkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi terlebih dahulu kepada seluruh insan kesehatan. Setelah itu, dilaksanakan penghormatan kepada Inspektur Upacara yang dipimpin oleh Komandan Upacara, dilanjutkan dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara.
Setiap tahapan berlangsung dengan penuh kedisiplinan dan ketertiban, mencerminkan kesiapan peserta dalam mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan.
Momen yang menjadi inti dari setiap peringatan kemerdekaan adalah pengibaran Bendera Merah Putih. Ketika Sang Saka Merah Putih dikibarkan, suasana lapangan upacara semakin penuh dengan rasa haru dan kebanggaan. Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi merupakan representasi dari perjuangan panjang para pendahulu bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Merah Putih yang berkibar menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah. Di baliknya terdapat pengorbanan jiwa, raga, pikiran, tenaga, bahkan kehidupan para pahlawan yang berjuang demi masa depan bangsa. Bagi generasi saat ini, perjuangan tersebut tentu memiliki bentuk yang berbeda. Tidak lagi mengangkat senjata di medan perang, tetapi berjuang melalui pendidikan, profesionalisme, inovasi, pelayanan publik, serta pengabdian kepada masyarakat.
Setelah pengibaran Bendera Merah Putih, rangkaian upacara dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur Upacara. Dalam suasana hening, seluruh peserta diajak menundukkan kepala dan sejenak mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan membangun dan mempertahankan Indonesia. Mengheningkan cipta menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah. Kemerdekaan merupakan hasil dari perjuangan panjang yang harus dihargai dan diisi dengan sebaik-baiknya. Bagi generasi muda di lingkungan perguruan tinggi kesehatan, mengisi kemerdekaan dapat diwujudkan dengan belajar secara sungguh-sungguh, menjaga integritas, mengembangkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Rangkaian berikutnya adalah pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Pembacaan Pancasila menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial merupakan pedoman yang relevan dalam setiap bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Setelah itu dilaksanakan pembacaan Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pembukaan UUD 1945 mengingatkan seluruh peserta mengenai cita-cita luhur bangsa Indonesia, termasuk tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam konteks pendidikan kesehatan, semangat tersebut memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui pendidikan berkualitas dan pelayanan kesehatan yang bermutu.
Suasana semakin khidmat ketika Naskah Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Inspektur Upacara. Pembacaan Proklamasi menjadi pengingat akan sebuah peristiwa bersejarah pada 17 Agustus 1945 ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya kepada dunia. Delapan puluh satu tahun kemudian, semangat Proklamasi tetap relevan. Kemerdekaan harus terus dijaga melalui persatuan, tanggung jawab, kerja keras, dan kontribusi positif bagi bangsa. Bagi civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palembang, semangat tersebut dapat diterjemahkan menjadi semangat untuk terus belajar, melakukan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta menghadirkan tenaga kesehatan yang kompeten, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa. Doa menjadi penutup dari rangkaian utama yang sarat dengan nilai kebangsaan tersebut. Seluruh peserta memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, kekuatan, serta kemajuan. Doa juga menjadi ungkapan harapan agar generasi penerus bangsa mampu melanjutkan cita-cita para pendiri negara dan para pahlawan dengan karya-karya terbaik. Indonesia yang maju membutuhkan sumber daya manusia yang sehat, berpendidikan, kompeten, dan berkarakter. Karena itu, institusi pendidikan kesehatan memiliki peranan strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati, etika, dan semangat pengabdian.
Setelah pembacaan doa, dilaksanakan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, kemudian penghormatan kepada Inspektur Upacara yang dipimpin oleh Komandan Upacara. Selanjutnya, Inspektur Upacara meninggalkan lapangan upacara, diikuti dengan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara. Rangkaian kemudian ditutup dengan Komandan Upacara membubarkan peserta upacara. Setelah dinyatakan selesai, pemimpin barisan membubarkan barisannya masing-masing. Dengan demikian, seluruh rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang selesai dilaksanakan dengan tertib dan khidmat.
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kampus Sukabangun Palembang memberikan pesan bahwa kemerdekaan bukan sekadar momentum untuk mengenang masa lalu. Kemerdekaan merupakan amanah yang harus terus diisi dengan tindakan nyata. Bagi mahasiswa, kemerdekaan dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri. Bagi dosen dan tenaga kependidikan, kemerdekaan dapat diwujudkan melalui dedikasi dalam mendidik dan memberikan pelayanan terbaik. Bagi tenaga kesehatan, kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui pengabdian kepada masyarakat dan komitmen memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, manusiawi, dan berintegritas. Semangat kemerdekaan juga mengajarkan bahwa setiap orang memiliki peran dalam membangun bangsa. Tidak harus selalu melalui sesuatu yang besar. Sebuah pelayanan yang tulus, sebuah ilmu yang dibagikan, sebuah inovasi yang bermanfaat, seorang mahasiswa yang belajar dengan sungguh-sungguh, atau seorang tenaga kesehatan yang melayani pasien dengan penuh empati— semuanya merupakan bentuk nyata mengisi kemerdekaan.
Poltekkes Kemenkes Palembang sebagai institusi pendidikan kesehatan memiliki tanggung jawab untuk terus mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan kesehatan di masa depan. Di tengah perkembangan teknologi, perubahan pola penyakit, tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, generasi kesehatan Indonesia harus memiliki kemampuan adaptasi yang kuat. Namun, kecakapan akademik dan teknologi saja tidak cukup. Tenaga kesehatan masa depan juga membutuhkan karakter yang kuat: integritas, disiplin, empati, profesionalisme, tanggung jawab, dan semangat melayani. Nilai-nilai itulah yang selaras dengan semangat kemerdekaan. Sebab, perjuangan membangun Indonesia tidak pernah berhenti. Setiap generasi memiliki medan perjuangannya masing-masing. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi sekarang adalah mempertahankan, mengisi, dan memajukan kemerdekaan tersebut melalui karya dan pengabdian.
Delapan puluh satu tahun perjalanan Indonesia menjadi pengingat bahwa bangsa ini telah melewati berbagai tantangan. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah, tetapi semangat untuk terus maju harus tetap menyala. Dari lapangan upacara Kampus Sukabangun Palembang, semangat itu kembali diteguhkan. Bendera Merah Putih yang berkibar menjadi simbol harapan. Pancasila yang dibacakan menjadi pedoman.
Proklamasi yang kembali didengarkan menjadi pengingat perjuangan. Satyalancana Karya Satya menjadi simbol penghargaan atas pengabdian. Dan doa menjadi harapan agar seluruh langkah pengabdian senantiasa mendapat kekuatan dan keberkahan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Mari menjadikan kemerdekaan sebagai energi untuk terus belajar, berkarya, melayani, dan mengabdi. Dari Poltekkes Kemenkes Palembang untuk Indonesia yang lebih sehat, maju, kuat, dan berdaya. Merdeka!
(Reported by Listrianah. M.Kes)













