UNIT PENJAMINAN MUTU POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  -Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  - Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  - 

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  - Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  -  Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  - Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.  -  

upm2 tile

 

KEBIJAKAN DAN SASARAN MUTU

Kebijakan Mutu

Kebijakan mutu disusun mengacu pada visi, misi dan tujuan, dengan kata kunci, yaitu: Bersama melaksanakan Pelayanan terbaik melalui integritas, kualitas dan profesionalitas demi kepuasan pelanggan.

Kebijakan mutu akademik disusun berdasarkan paradigma baru pengelolaan pendidikan tinggi yang melibatkan unsur Relevance, Academic atmosphere, Internal management & Organization, Sustainability, Efficiency & Productivity dan Accessability & Equity serta Leadership & Commitment (RAISE ++).

  • Maksud dan Tujuan Kebijakan Mutu
    1. Memenuhi persyaratan pelanggan serta peraturan terkait.
    2. Sepakat melaksanakan peningkatan mutu terus menerus
    3. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang berkaitan dengan mutu.

    TUJUAN DARI KEBIJAKAN MUTU

  • Menjamin bahwa setiap unit kerja di lingkungan Poltekkes Palembang dalam menjalankan tugas pelayanan dan fungsinya sesuai dengan standar yang ditetapkan, memenuhi persyaratan pelanggan serta peraturan terkait.
  • Sepakat melaksanakan peningkatan mutu terus menerus agar dapat mewujudkan transparansi dan akuntabilitas Poltekkes Palembang kepada para pemangku kepentingan (stakeholders).
  • Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang berkaitan dengan mutu agar upaya pencapaian standar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

DAFTAR STANDAR

DAFTAR MANUAL/PROSEDUR

Prosedur Kerja :

  • Asministrasi Umum dan Keuangan
  • Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan
  • Jurusan
  • Unit Penjaminan Mutu
  • Unit Penelitian
  • Unit Pengabdian Masyarakat
  • Unit Perpustakaan
  • Unit Laboratorium
  • Unit Asrama
  • Unit Pemeliharaan dan Perbaikan

 

REFERENSI

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudaya

1.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2014 tentang Penjaminan Mutu.

2.      Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 87 tahun 2014 tentang Akreditasi.

3.      Tim pengembangan SPMI-PT “Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi’, Dirjen Dikti, 2014.

4.      Rencana Strategis Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2015-2018.

VERIFIKASI/ PEMERIKSAAN MUTU

Proses Peningkatan Mutu dilakukan untuk mengukur dan meninjau etektifitas dari penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dijalankan serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk melakukan peningkatan kinerja perguruan tinggi dengan menggunakan proses-proses yang ada. Proses ini meliputi kegiatan Audit Mutu Internal, Tinjauan  Manajemen, Analisis Data, Pengukuran Kepuasan Pelanggan, Penanganan Keluhan Pelanggan  serta Tindakan  Koreksi  dan Pencegahan.

Audit Mutu Internal

Audit Mutu Internal dilaksanakan secara periodik sesuai dengan Jadwal Audit yang dibuat oleh Wakil Manajemen Mutu. Pelaksanaan audit akan dilakukan oleh personal yang terlatih dan independen yang akan ditunjuk oleh pihak Manajemen. Hasil temuan  Audit Mutu  Internal  dicatatkan dalam Laporan  Hasil Audit berikut tindakan koreksi yang akan dilakukan. Tindakan Koreksi yang dilakukan akan diperiksa efektifitas pelaksanaannya dan dicatatkan pada Laporan Audit yang sama. Laporan Hasil Audit ini akan disimpan oleh Wakil Manajernen Mutu dan digunakan dalam Tinjauan Manajemen.

Tinjauan Manajemen

Tinjauan Manajemen dilakukan secara periodik dalam satu periode untuk mengetahui penerapan dan efektifitas Sistem Manajemen Mutu yang dijalankan. Tinjauan Manajemen dipimpin oleh Ketua Manajemen Mutu dan dihadiri oleh Wakil Manajemen Mutu, Ketua-ketua Jurusan, Kepala Bagian, dan pihak lain yang diperlukan. Tinjauan Manajemen akan membahas masalah sesuai dengan agenda yang ditetapkan. Wakil Manajemen Mutu bertanggung jawab untuk menyiapkan dan menyimpan catatan hasil tinjauan manajemen.

Tindakan Koreksi dan Pencegahan

Tindakan koreksi dan pencegahan dilakukan untuk  menyelesaikan masalah/potensi masalah yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Mutu. Temuan Hasil Internal Audit, adanya Keluhan Pelanggan dan terjadinya Ketidaksesuaian Layanan akan dilakukan koreksi mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Masalah/potensi masalah yang terjadi selain dari ketiga hal tersebut diatas akan ditindak lanjuti dengan mencatat masalah/potensi masalah yang terjadi dari pada Lembar Tindakan Koreksi/Pencegahan oleh personal yang menentukannya dan menyerahkan kepada Wakil Manajemen Mutu untuk ditinjau dan dilakukan tindak lanjut penanganan masalahnya. Wakil Manajemen Mutu bertanggung jawab untuk menganalisa penyebab terjadinya masalah dan melakukan koordinasi untuk melaksanakan tindakan yang diperlukan. Hasil analisa dan tindakan yang akan dijalankan akan dicatat dan didistribusikan kepada pihak yang terkait. Wakil Manajemen Mutu bertanggung jawab untuk memastikan tindakan yang dilakukan telah berjalan dengan efektif dan tepat waktu.  Penerapan tindakan koreksi dan pencegahan memungkinkan dilakukannya perubahan di dalam Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan.

Analisis Data

Wakil Manajemen Mutu bertanggung jawab untuk memastikan dilakukannya analisis terhadap data hasil pengukuran yang telah ditetapkan pada masing-masing unit kerja, dengan didukung penggunaan metode statistik yang telah ditentukan.

Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan

Unit Penjaminan Mutu bertanggung jawab untuk melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan, yang dilakukan dengan menggunakan metode yang telah ditetapkan. Hasil pengukuran kemudian dianalisa dan didistribusikan kepada pihak yang terkait untuk dilakukan tindak lanjut yang sesuai.

Penanganan Keluhan Pelanggan

Unit Penjaminan Mutu bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan penanganan keluhan pelanggan yang diterima. Keluhan pelanggan dicatat dalam lembar keluhan pelanggan dan diserahkan kepada pihak yang terkait untuk dilakukan tindak lanjut yang diperlukan. Tindak lanjut yang dilakukan  harus dipastikan telah menyelesaikan masalah yang terjadi.

Referensi

  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2014 tentang Penjaminan Mutu.
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 87 tahun 2014 tentang Akreditasi.
  • Tim pengembangan SPMI-PT “Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi’, Dirjen Dikti, 2014.
  • 4.  Rencana Strategis Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2015-2018.